Popular Posts

Tuesday, 1 September 2015

Lukisan dan fikiranku ... kita bukan melukut di tepi gantang


Lukis jea ... kita bukan melukut di tepi gantang




Jangan jadi melukut di tepi gantang ...

Suatu waktu dahulu , ditakdirkan Allah aku bertemu kembali secara maya dengan seorang teman lama yang sudah puluhan tahun terpisah. Kami berbalas pesanan , banyak juga yang dibualkan dan ternyata temanku ini terlalu suka menyamakan dirinya dengan melukut di tepi gantang.

Bagai melukut di tepi gantang?
Ya!
'Hadir tak menambah , pergi tak mengurang'

Mengapa perlu begitu merendah diri?
Bukankah tiap kita punya keunikan tersendiri yang membezakan kita dengan yang lain?
Padaku , peribahasa ini tidak sesuai digunakan oleh sesiapa pun yang hidup di bumi Allah ini kerana tiap kita punya tugas dan amanah yang perlu dilaksanakan.
'Bagai melukut di tepi gantang' itu hanya melambangkan sifat seseorang yang kurang keyakinan  dan rendah jati diri. Bagaimana mungkin amanah yang tergalas di bahu itu dapat kita tunaikan jika kita sendiri tidak nampak dan yakin dengan kemampuan dan kekuatan dalam diri kita?
(Hmm ... bagimu teman lamaku , jangan tesinggung dengan tulisanku ini kerana aku amat faham kamu, padamu peribahasa itu hanyalah sebagai indikator yang kamu bukanlah seorang yang angkuh dan besar diri)

Apa yang ingin aku tekankan di sini ialah tentang tugas dan amanah kita sebagai Khalifah di muka bumi. Amanah yang harus ditunaikan agar kita berpeluang meraih cinta Allah. Cinta yang memberi ketenangan dan membawa kita kepada syurgaNya.
Apakah amanah itu?
Mari kita renungkan sebentar maksud kalam Allah di bawah;

Maka apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"(QS Al-Mukminun ayat 115)

"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepadaKu" (QS Adz-Dzariyat ayat 56)

Makanya , menjadi tugas kita untuk berusaha bersungguh-sungguh agar seisi alam ini tunduk patuh dan memberikan sepenuh ketaatan kepada Allah (swt). Ini adalah amanah dan tanggung-jawab yang tidak boleh dibuat sambil lewa atau ala kadar sahaja.

Bangkitlah saudara saudari seagamaku.
Anak bangsa kita amat tenat ... tugasku sebagai seorang pendidik, mencelikkan mata hatiku untuk melihat bagaimana anak bangsa seagamaku semakin lesu dan tenggelam dalam gejala sosial yang mengundang kepada keruntuhan akhlak yang maha dahsyat.

                                   -peace-
                                     >__<