Popular Posts

Monday, 29 September 2014

Lukisan dan Puisi ... 'Volcano itu'


Lukis jea ...Volcano itu
***Volcano itu ...
Tegak gah meraub ketakjuban 
Dalam jiwa sang pemerhati yang kontang
Tingginya mencakar awan nun jauh di sana
Menjadi tempat singgahan sang unggas melepas lelah
Indah memukau sang mata nan memandang
Menjadi bahan lakaran si pelukis jalanan

Kiranya dalam lubuk dada ada lahar yang bergelora
Membakar panas merentungkan sentuhan rasa
Hingga pekat baunya menusuk ke rongga kecewa
Kian parah membusungkan benih benci nan menyubur  
Dalam jiwa sipemerhati volcano
Tatkala tirai senja dilabuhkan tanda malam mulai menjelma

Volcano itu ...
Membahang hangat  merenihkan peluh duka
Yang sekian lama terpendam disebalik seulas senyuman
Menanti detik ketika yang telah tersurat
Tika roh belum bersatu dalam jasad yang tercipta
Kan tiba saatnya segalanya pasti terhambur
Biar terungkap segala rahsia
Agar terlerai ikatan yang selamanya membelenggu

Volcano itu ...
Hamburkanlah lahar gelegakmu
Usah dipendam menjadi teras keras nan menusuk luka
Hati-hati yang menanti penuh bimbang
Dalam tiap kali luahan bau sulfur yang membusuk
Tika asab tebal mengaburi pandangan
dari lubang mulutmu yang adakalanya amat berbisa

Volcano itu ...
Walau gerun menatap wujudmu
Walau kejam laharmu meratah segenap hidupan
Walau dahsyatnya kemusnahan yang kau bawa
Namun ...
Tatkala tiba ketika
Wujudmu menggamit tenang jiwa
Lahar panas nan mengalir kian mendingin
Harapan kan tumbuh kembali
Semula memancar bahagia
Disebalik kemusnahan yang kau cipta***ojai







-peace-

Maka
...damailah hati yang bergelora...
...moga terpadam rasa benci yang merosak jiwa...
atau hilang rasa rindu yang mengukir kecewa