Popular Posts

Monday, 24 August 2015

Lukisan dan Puisi ...Bagai dilontar dalam lumpur

Lukis jea ... dilontar dalam lumpur



Bagai dilontar  dalam lumpur...

Titis-titis hujan itu
Membasahi  dan  kian memberat
Sarat mengendung seribu sumpahan
Bertakung di kelopak kuntum yang kian  lisut
Memboyot hingga tiada lagi terbendung

Lantas lerailah kuntum  bunga itu
Membawa sang kelopak gugur bersama
Dari tangkai yang selamanya patih memaut
Sejuta  janji yang termeterai sejak kudup
Kini sudah tidak tergenggam lagi

dan gugurlah kuntuman bunga itu
jatuh terhenyak atas timbunan becak
berbaur dengan lumpur percikan titis hujan
dari tanah yang selamanya sudi
menanti dan merimbun belanar setia




-peace-
>__<

Lama sangat tak berpuisi...hingga janggal nak memilih patah kata. Bagai dilontar dalam lumpur adalah apa yang kurasa

  usaha diinjak dek kata2 dari hati yang dikuasai amarah...
"Awak hanya merosakkan...bla bla bla..."
 Setelah puas merobek2 perasaan dan tika marah itu telah reda ... fikirnya keadaan boleh kembali normal?.
 Huh! Memang itulah yang terjadi!
 Sememangnya tidak baik menyimpan dendam!!

Kata orang...sabar itu diawalnya...bukan dipertengahan atau akhirnya.

Kita sering dihadap dengan dua pilihan...teruskan bersabar atau musnahkan segalanya.
Dan pastinya aku kini memilih untuk terus bersabar
Belajar dari pengalaman lalu ... tika aku  terlanjur memilih untuk memusnahkan segalanya ...   

Bagai dilontar dalam lumpur juga menggambarkan  laungan jiwa terpinggir yang mencari tenang
Moga kan berjumpa jalan pulang
dan aku ingin segera pulang...