Popular Posts

Sunday, 21 September 2014

Lukis jea ... Rindu pada ombak...



Lukis jea ... Rindu pada ombak...

Banyak perkara boleh dipelajari dari ombak...
Waktu dini hari , deruannya berterusan tanpa lelah membawa air pasang membelah pantai
maka berangkatlah sang nelayan mencari rezki buat mengisi perut anak isteri.

Siang hari , deruannya berterusan menggamit anak2 kecil malah si dewasa turut bercanda di persisiran pantai yang dihempas lembut oleh sang ombak yang bagai melambai ... riang ria , tawa dan senda.

Menjelang petang , bersama angin membelai pepohonan , ombak masih mengalunkan deruannya yang merdu menusuk kalbu terus menerus hingga mengundang rasa damai di jiwa nan kusut ... dilengkapkan keindahannya dengan jingga merahnya warna sang mentari tatkala malam mulai menjelma.

Indah ... Damai ... Menenangkan ...
Dan aku
Amat menghargainya ... Sang ombak.









-peace-

Namun ada pepatah menyatakan , jika takut dipukul gelombang , jangan berumah di tepi pantai.
Nah! Itulah bahananya pula bila ombak mulai mengganas maka akan luluhlah damai jiwa.
Makanya sang ombak ,
tenanglah selalu agar hadirmu membawa bahagia.