Popular Posts

Wednesday, 22 June 2016

Puisi ... mengungkap sejarah

Sejarah itu terungkap

Tika lipatan sejarah itu terungkap
Persis sembilu menusuk keras
Mengaruh hujungnya yang pipih tajam
Terbenam dalam tanpa belas
Rembesan darah yang hilang upaya mengalir
Atas bisa sembilu yang kapan kebah.
********
Dedaunan yang gugur
Usai musim kering yang getir
Ampuh tunjang tidak mampu bertahan lagi

Haruman yang kian  meenghilang
Antara keindahan warna yang kian memudar
Tatkala serinya direnggut malam kelam
Ikut melirih unggas yang terbang pulang

Saksi kasih sang mentari dan bulan
Adalah kisah lara yang berpanjangan
Tiada tepian kesudahan titik pertemuan
Urai rasa yang terpahat di dada alam

Jalinan masa yang mempersenda
Injak titisan embun yang mengalir seketika
Wajah jiwa yang sengsara
Adalah mujahadah seorang insan

Tiupan bayu membawa kabar yang tersirat
Esok denai kan bertaut dek renek yang melata
Rerumpai yang menjalar mengaburi ruang jejak
Laluan itu sudah hilang punca dan arah
Aduhai malang sipengembara yang tersesat
Resah jiwanya kan semakin menyarat
Nanti semuanya kan jadi lipatan sejarah
Gurauan ngeri di tari minpi yang tak sudah

*********
dan aku adalah si pengembara yang tersesat
 mencari arah menuju Tuhan
Tika jiwa sudah lelah
Sedang bahu masih sarat mengendung beban

-peace-
>__<

Kembali membelek puisi yang kutulis lama dulu .... hmmm tak sangka boleh tahan jiwang gak aku ni! :D

Hmm ... mengharap kasihNya di Ramadhan 2016