Popular Posts

Saturday, 18 January 2014

Rasa 4: Cinta Pertama...

Dulu sering aku mendengar
Cerita tentang cinta pertama
Pengalaman jiwa nan terindah
Kerna itulah saat jiwa mula diusik
Kan sentiasa kekal di lipatan hati
menjadi kenangan di hari tua
lalu dibawa sampai ke mati

Tika aku mengenali cinta pertama
Benar ... hatiku telah diusik
Sudah pandai  berbahasa rindu
Mula menghargai erti setia
Memiliki rasa bahagia
Namun ...
Mendung berarak
Langit tidak lagi cerah
Panas juga tidak sampai ke petang
Hujan pula turun di tengahari

Takdirnya ...
Harapan hanya tinggal harapan
Cinta pertama kini goyah digoncang badai
Yang pergi membawa diri
Menempuh jalan yang belum pasti
Yang tinggal menangis sendiri
Siapa yang harus dipersalahkan?
Siapa yang tidak setia?
Siapa yang mengkhianati janji seia?

Sememangnya ...
Dalam kita meniti kehidupan
Badai datang tanpa diduga
Redanya belum ribut pula melanda
Dada jadi sesak ...  fikiran jadi buntu
Kerunsingan kekeliruan silih berganti
Hati pula tidak seteguh tugu
Semangat juga tidak setinggi gunung
Setia hilang entah ke mana

Namun ada ketika  hati berbicara
Mencari rasional yang bagaikan tiada
Atas persoalan yang kabur semata
Mengapa camar menebar sayap?
Menghilang bersama bayu senja ?
Tidakkah rindu datang menyapa?
Pada dendangan merdu sang ombak
Yang  setia membelai pepasir putih?

Akal menjustifikasi di mahkamah hati
Terbangnya camar mencari diri
yang bagaikan hilang digenggaman ini
dalam sebuah kehidupan yang penuh misteri
di perjalanan pencarian yang belum pasti
bukan dek rasa benci
atau jemu sudah bertapak di hati
pada sang ombak yang  merdu bernyanyi

Ada tikanya hati disapa rindu
Dalam pemergian yang panjang ini
bersama rasa sesal sepi yang terus bertandang
Maka hadir dan terciptalah sebuah kisah
yang diolah bersama seorang dia
Yang sanggup membimbing menunjuk arah
Pada diri yang selalu keliru

Kekadang terfikir di lewat menungku
Jika camar begitu bermakna
Mengapa dilepas pergi begitu saja?
dibiar terbang jauh sesukanya?
jauh dan terus menjauh entah ke mana
Hingga tidak mampu digapai semula
Walau hanya dek pandangan mata

Ku yakin pasti ada seribu jawapan
atau mungkin kerna satu alasan
sering dilontar dek hati yang ghairah berbahasa cinta
"Biarkanlah dia pergi , jika dia sememangnya takdirmu
pasti dia akan kembali padamu
Jika tidak dia bukan hakmu sejak mula lagi"
Padaku ... itu hanya  ungkapan puitis.
Yang berlandaskan virtualitas semata

Hakikatnya...
Mengenali bukan bererti memiliki
Maka seharusnya  belajarlah mensyukuri
Atas segala yang dimiliki hari ini
Juga atas segala yang pernah dimiliki
Walau hanya seketika cuma
Ianya merupakan suatu kenangan yang terindah
Kerana ianya adalah sebuah cinta pertama
Yang pastinya akan dikenang selama ...